Warga Bicara, Pakar Mendengar!

DSCN4284

DSCN4280

Oleh Anastasia (Ami) Dwirahmi.  Setelah menikmati kemeriahan pembukaan Festival Tengok Bustaman di Sabtu malam, pada Minggu (19/5) sekitar pukul 3 sore warga berkumpul di lorong kampung bersama para pakar dan mahasiswa untuk menghadiri acara ‘Pakar Mendengar’.

Di forum ini, warga yang berperan sebagai pembicara, sementara pakar dan mahasiswa diminta untuk mendengar dan memberi tanggapan atau pertanyaan.

Forum ini bukanlah ajang keluh kesah warga. Dalam acara ngobrol santai ini, warga mengungkapkan cerita mengenai kampung mereka, keunikan, permasalahan, dan solusi yang mereka temukan sendiri bagi kampung.

Walaupun disiapkan secara dadakan dan menggunakan tempat seadanya, diskusi berjalan dengan baik.

Warga yang terlibat antara lain adalah Bapak Wahyuno (ketua RW), Ibu Fadillah (penggerak kesehatan masyarakat), Ibu Hartati (keturunan Kyai Bustam), Maulana (Ketua Ikatan Remaja Bustaman) dan Hari Bustaman (tokoh kampung). Pada momen itu, hadir pula Prof. Eko Budihardjo, mantan rektor Universitas Diponegoro, Djawahir Muhammad, yang telah lama meneliti mengenai sejarah Raden Saleh serta dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas. Dalam obrolan yang dimoderatori oleh Galih dari Karamba Art Movement itu, ditekankan betapa pentingnya menjaga keaslian dan keunikan sebuah kampung. Baik itu dari bangunan, tradisi, sampai bahasa.

Hanya saja memang perlu dilakukan penyesuaian dan pembelajaran terus menerus dari sebuah kampung agar bisa menjadi bagian dari sebuah kota yang lestari. Seperti misalnya, menjaga kebersihan kampung, kesehatan masyarakat dan usaha untuk menjadi kampung yang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *