credit photo to CSEAS
Tulisan ini merupakan hasil terjemahan dari laporan CSEAS. Diterjemahkan dan diedit oleh Benaya Valentino
Pada tanggal 20-28 Oktober 2024 lalu, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) menyelenggarakan 48th Southeast Asia Seminar dengan tema “Co-Creation of New Urban Living: Advancing Quality of Life in the Climate Change Era”. Acara ini diadakan di dua kota di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Kegiatan ini juga turut disponsori oleh DAIKIN Industries dan bekerja sama dengan Operations for Habitat Studies (OHS) dan Center for Climate Change and Urban Resilience (CeCUR) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Surabaya.
Tujuan utama dari seminar ini adalah untuk berdiskusi dan mengutarakan ide serta kebijakan inovatif terhadap gaya dan tipe permukiman di wilayah tropis dan subtropis Asia Tenggara yang saat ini tengah mengalami dampak negatif dari perubahakan iklim serta kenaikan suhu global.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 18 orang, termasuk perwakilan dari Rujak Center for Urban Studies, dengan latar belakang para peserta program sangat beragam, mulai dari pemerintah lokal dan nasional, sampai dengan pihak swasta dan serta organisasi non profit. Tidak hanya orang Indonesia, ada beberapa peserta yang berasal dari negara-negara lain Asia Tenggara. Para partisipan lalu dibagi menjadi 5 kelompok dengan susunan keahlian yang berbeda-beda. Kegiatan seminar tidak hanya mendengarkan presentasi dan pemaparan, para kelompok juga melakukan penelitian lapangan mandiri diikuti sesi diskusi mendalam. Pada hari terakhir, masing-masing kelompok memberikan presentasi terkait kebijakan maupun program yang memungkinkan untuk memberikan tempat hidup nyaman dan aman untuk para komunitas warga dengan menggabungkan konsep passive dan active cooling di hadapan para professor dan pemerintah.
Beberapa temuan dan usulan masing-masing kelompok meliputi:
- Kelompok 1 menitikberatkan pentingnya perencanaan bottom-up dalam mewujudkan keadilan termal untuk setiap orang.
- Kelompok 2 mengusulkan untuk terciptanya microclimate yang nyaman dan pentingnya hubungan antara bau dan kenyamanan.
- Kelompok 3 mengenalkan pengunaan passive dan active cooling secara terintergasi pada komunitas warga dengan menciptakan koridor hijau di gang-gang perkampungan serta pembangunan gedung yang dilengkapi AC oleh Warga.
- Kelompok 4 mengusulkan perbaikan serta penghidupan kembali bangunan bersejarah warga dengan menggabungkan pendinginan aktif dan pasif.
- Kelompok 5 mengusulkan untuk adanya perbaikan serta pengikutsertaan indikator urban heat kedalam penilaian pemerintah lokal dan memberikan AC portable kepada yang terdampak.
Meskipun usulan-usulan ini masih bersifat mentah, karena hanya disusun dalam waktu 7 hari, ide-ide ini dapat menjadi masukan penting terhadap proyek riset kolaborasi antara CSEAS dan DAIKIN pada bidang penciptaan permukiman perkotaan Indonesia yang lebih baik kedepannya.

