Apa motifmu hari ini?

batik

Ada yang menyebutnya sebagai Hari Batik. Mendadak batik menjadi bagian dari Jakarta, batik merambah jalan, perkantoran, bis, mall hingga salon. Dalam berbagai motif dan teknik, cap tulis atau kombinasi, murah mahal, sutra katun, bunga atau fraktal,  malah mungkin terselip batik-batik impor dari China.

Jika Semarang merayakan batik dengan peragaan batik di Simpang Tugu oleh para duta-duta wisatanya, maka Jakarta pun tak kalah. Ada gerai-gerai hipermart yang memberikan hadiah spesial bagi konsumen berbatik, toko buku memberi diskon, hingga toko es krim dan gerai mie. Hingga toko khusus batik pun ramai dikunjungi. Semuanya berlomba-lomba memberikan apresiasi terhadap batik. 

Batik yang telah otomatis menjadi bagian dalam keseharian kebanyakan masyarakat, perlu waktu untuk diakui oleh dunia internasional sebagai daftar warisan budaya. Hari ini memang menjadi alasan tepat untuk berbatik masal, tapi tidak ada salahnya hari-hari berikutnya juga. Bukan rahasia umum lagi, batik nyaman dikenakan dan ramah untuk iklim tropis seperti Jakarta. Dan tahukah anda, jika propinsi tetangga kita, yaitu Banten juga memiliki motif batik tersendiri?

Apa motifmu hari ini? Masih akankah mengenakan batik di esok hari?

8 thoughts on “Apa motifmu hari ini?

  1. ambar says:

    Elisa, there are many batik motives in Indonesia, let alone Java. Most of them produces in South Javanese cities such as Cilacap, Madura, into Wes Java. I relieved that Indonesians proud with their culture, partly because we need to let people know the history of batik, including its influence to the world.

  2. Christine Natalia says:

    hooray…, Bank Mega Cab Sudirman Plaza msk d situs “Rujak.Org”
    thx yaa…, trz lah bangga memakai BATIK krn batik it KEREEENN… !!!!!

  3. Elanto Wijoyono says:

    Jangan lupa, batik dihargai dunia tidak melulu pada nilai motifnya. Penghargaan terhadap batik ditujukan pada nilai tradisi atas proses pembuatannya, yang merupakan perwujudan dari pengetahuan mengolah bahan alam menjadi perangkat sandang dalam sebuah budaya. Jika kita memahami sisi ini maka akan lebih cermat ketika akan memilih, membeli, dan memakai batik. Jangan pakai sembarang batik karena tidak semua BATIK itu batik. Batik yang dibuat dalam proses yang tradisional (tulis atau cap) sebagai warisan pusaka tak teraga (intangible heritage) adalah yang harus dipilih. Dengan membeli batik jenis ini maka kita akan mendukung praktik industri batik tradisional yang komunitas pendukungnya dikhawatirkan semakin menurun. Jangan pilih “batik bukan batik”, yakni kain bermotif batik yang dihasilkan dari proses printing massal oleh pabrik. Sebagian besar kain bermotif batik seperti ini dijual dengan harga murah, dibuat di China.

    Selamat berbatik tanpa menunggu perayaan 🙂

  4. vicky says:

    menyenangkan melihat orang muda kita bersemangat di hari tersebut menyambut perayaan batik as indonesian cultural heritage, moga2 ga sekedar ngikuti trend aja, tapi terus menerus ya… batik ga ada matinyee.. 🙂

  5. fhs says:

    saya ingin tau lebih dalam mengenai sejarah batik, nilai tradisi dan proses pembuatan. banyak org mungkin seperti saya juga yang tau akan batik tapi tidak tau akan sejarah dan nilai budaya dari batik. ada yang bisa mengarahkan? thx.

  6. BU INDRA TJ says:

    Dear All,

    SALAM KENAL, SALAM LESTARI…..

    Saya mengundang teman2 pencinta Batik dan yg penasaran akan Batik, baik Sejarahnya, Philosophynya, ciri khas ragam Hias dari berbagai daerah di Nusantara…….untuk bergabung dalam workshop yang setiap bulan saya selenggarakan…..silahkan buka http://mbatikyuuuk.com atau untuk mengenal saya dan keluarga saya lebih jauh silahkan mampir di http://indratj100755.multiply.com

    atau kirim email kpd saya : mbatikyuuuk@yahoo.com
    SMS 0811.1683.98

    New friends for sharing is always well-come
    SAVE INDONESIAN HERITAGE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *