Inisiatif dan Partisipasi Warga

IMG_0243Minggu ini Rujak menerima bahan-bahan terkait inisiatif warga dalam membangun kota: Rumah Bersama (Co-housing); Ruang Keluarga Jakarta; Jakarta Tiga Masa, dan On Provisional Publics and Intersections: Remaking District Life in North Jakarta.

Rumah Bersama adalah gerakan mengadakan perumahan oleh inisiatif dan untuk  kelompok warga kota biasa. Lihat juga di Rujak/Guest Column: Para Bocah yang…. Ruang Keluarga Jakarta adalah ulasan tentang pelayanan publik di Jakarta. Jakarta Tiga Masa adalah tugas akhir Yanaika Agustine, arsitek, yang bermaksud menyediakan suatu tempat untuk warga dapat mengenal Jakarta secara intreaktif dan berpartisipasi dalam pembangunannya.

On Provisional Publics and Intersections: Remaking District Life in North Jakarta, adalah tulisan Abdoumaliq Simone, seorang urbanis yang mengajar di Goldsmith College, University of London, yang selama beberapa tahun terakhir beberapa kali tinggal di Jakarta mengadakan penelitian bersama UPC/UPLINK.

Semua tulisan di atas menunjukkan betapa dinamisnya warga dan ruang yang mereka tinggali atau inginkan. Inilah kenyataan-kenyataan yang masih kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Warga yang terorganisasikan dengan baik, yang punya prakarsa, dan mampu mengurus dirinya sendiri dan memenuhi kebutuhannya, adalah aset penting sebuah kota. Bukankah, bahkan suatu pemerintah hanya dapat menjadi sebaik warga yang membentuknya?

Tidak berarti lalu pemerintah cukup berdiam diri saja. Ada hal-hal yang harus dilakukan secara kolektif. Untuk inilah pemerintah dibentuk oleh masyarakat. Pemerintah justru perlu menggalakkan prakarsa masyarakat, menyediakan kerangka peraturan dan fasilitas yang memudahkan serta mendorong prakarsa masyarakat.

Makin disadari di seluruh dunia, bahwa keberhasilan suatu pemerintahan kota tergantung pada seberapa baik ia mengenal dan mengelola kemampuan warganya sendiri.

Jakarta sudah barang tentu adalah kota dengan kemampuan sumber daya manusia dan bukan-manusia yang paling baik yang ada ada di Indonesia. Tetapi mengapa kotanya tidak menjadi sebaik yang diharapkan warganya?  Apa yang salah? Bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *