Megaproyek: Transportasi Jakarta untuk Semua

Tanggal 26 Juli 2012, jam 15.00 – 18.00, Goethe Haus FOYER, Jl. Sam Ratulangi, Jakarta Pusat

Kemacetan di Jakarta dan masalah transportasi sudah menjadi momok Jakarta. Dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat dan tidak diimbangi oleh jumlah transportasi umum layak yang meningkat juga, menjadi Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia.
Dan bukannya pemerintah berdiam diri saja, begitu banyak studi, kebijakan dan proyek yang sudah dilakukan, direncanakan maupun direalisasikan. Dalam Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek 2004, total biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proyek perbaikan transportasi Jakarta mencapai 90 triliun, dengan rentang waktu 2007-2020. Namun dalam pelaksanaannya, Sitramp 2004 mengalami banyak hambatan.
Pada tahun 2011, akhirnya studi terakhir yang disebut Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration Project diluncurkan, dan kali ini merumuskan 119 proyek baru dengan nilai total Rp 444 Triliun. Tentu ini merupakan proyek besar dan masyarakat perlu tahu.

Rujak Center for Urban Studies mengundang pihak-pihak yang terlibat dalam program besar transportasi ini, termasuk diantaranya adalah UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Bangunan), Bappenas dan Departemen Perhubungan serta PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Tollroad Development.
Acaara diskusi ini mengundang seluruh masyarakat agar dapat mengetahui rencana masa depan transportasi Jakarta dan Bodetabek.

Kontak: info@rujak.org 021-31906809

Untuk pendaftaran, silakan mengisi form di bawah ini. Cek juga acara Rujak yang lain di bulan Juli, Normalisasi Ciliwung: demi Kelestarian Jakarta?

3 thoughts on “Megaproyek: Transportasi Jakarta untuk Semua

  1. Pingback: Tata Ruang Untuk Awam « Rujak

  2. Lalapo says:

    Kayanya masih kurang tuh, pihak yg perlu diundang untuk kerjasama benerin Mass Rapid Transportation di Jakarta: PT KAI, karena sekarang ini gimana caranya spy tiap sistem transportasi yg ada, gak berdiri sendiri2, tapi all of them are connected, dan pembangunan MRT juga gak membawa “efek samping” (kemacetan yg semakin merajalela dan penebangan pohon2).
    Ada baiknya juga melihat aspirasi2 (bahkan analisis) dari beberapa orang diluar badan/institusi/lembaga pemerintahan.
    Contohnya: http://suamigila.com/2012/03/24/rakyat-transportasi/

    • Elisa Sutanudjaja says:

      Maaf jika tidak cukup lengkap, acara ini hanya 3 jam, dan 3 jam tidak akan cukup untuk membahas soal aspek transportasi. Namun kami berusaha agar mininmal tercover di saat pembicaraan makro. Namun kami pun turut mengundang pihak dari PT KAI dan Departemen Perhubungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *