Membuat Souvenir, Siswa Sekolah Pedalangan Wayang Sasak Belajar Mandiri

 

Andre, salah seorang siswa Sekolah Pedalangan Wayang Sasak menyusun miniatur Jayengrane, di Desa Sesela Lombok Barat, Jum’at (24/10). Andre dan para siswa lainnya telah berhasil membuat souvenir yang siap mereka jual. Sebagian hasil penjualan souvenir Wayang Sasak tersebut akan jadi sumber pendanaan sekolah mereka. Setidaknya souvenir Wayang Sasak ini bisa jadi alternatif ikon baru souvenir dari lombok selain lumbung.

10351460_10207746006471253_24228869289968255_n

Bagi kawan-kawan yg berminat untuk mendonasi keberlangsungan Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, bisa dengan membeli karya-karya para siswanya. Ragam karya lainnya menyusul Nggih.. Maklum masih belajar.

11227636_10207746006631257_2397015791096128721_n

Nb: Dari hasil ngobrol dengan pak Emy kepala sekolah pedalangan wayang sasak, setelah finishing dengan tambahan plakat depan dan belakang karya siswa itu dihargai Rp. 50.000,-

 

*Foto dan tulisan dari halaman ini merupakan salinan dari status Facebook Abdul Latif Apriaman. Sekolah Pedalangan Wayang Sasak di Desa Sesela, Lombok Barat adalah salahsatu pemenang Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan. Jika teman-teman berminat untuk membeli souvenir ini, bisa hubungi kami di info@rujak.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *