Mengenang Pasar Mayestik

Berapa kali dalam sebulan anda mengunjungi pasar tradisional? Itu adalah salah satu pertanyaan dalam survey terhadap 34 orang peserta kunjungan ke Pasar Mayestik yang diselenggarakan oleh JEMA Tour. 16 orang diantaranya menjawab bahwa mereka tidak pernah mengunjungi pasar tradisional. Dan 16 orang pun mengaku tidak pernah mengunjungi Pasar Mayestik, sedangkan 4 orang menolak untuk menjawab.

Beberapa saat lalu, Pasar Mayestik sempat mencuat dalam pemberitaan metropolitan, karena rencana PD Pasar Jaya untuk ‘meremajakan’ pasar tersebut. Pasar tersebut hingga saat dibongkar menampung sekitar 600 pedagang. Ada banyak hal yang menarik dalam pasar Mayestik. Ingin membeli bahan baju dan menjahitkannya dengan harga terjangkau? Disini lokasinya. Pasar Mayestik pun menyediakan berbagai macam peralatan memasak dan membuat kue. Juga pantas menjadi salah satu tujuan kuliner, yaitu demikian banyak penjual rujak bebeg, ada penjual Gabus Saksang hingga snack KhongGuan, disamping juga makanan tradisional diluar Jakarta seperti gudeg dan Nasi Krawu. Disini juga ada pusat jamu yang terkenal, yaitu Toko Jamu Had.

Pasar Mayestik populer dikalangan wanita -terlebih karena tersedia aneka bahan pakaian dan usaha menjahit dengan harga yang terjangkau dan kualitas baik. Ada toko besar Esagenangku, lalu juga banyak kios-kios yang menjadi tujuan para calon pengantin muda untuk mencari barang-barang seserahan untuk upacara pernikahan.

Awal Agustus ini, Pasar Mayestik yang ada pun tinggal kenangan, karena perlahan-lahan pedagang pindah ke tempat penampungan dan kontraktor mulai melakukan kegiatan konstruksi. Tempat penampungannya sendiri hanya terdiri atas 2 lantai, dengan lantai pertama sebagai pasar basah dan makanan sementara lantai kedua menjadi pasar kering yang menjual bahan-bahan pakaian, keperluan dapur hingga usaha menjahit. Kondisi pasar penampungan pun sangat sempit, juga ukuran kios dan koridor yang lebih sempit dibandingkan Pasar Mayestik.

Namun ternyata kondisi tersebut tidak menyurutkan peserta Tour Pasar Mayestik JEMA Tour untuk kembali mengunjungi Pasar Mayestik, setidaknya 25 orang dari peserta tour menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung kembali.

Di mata peserta tour, buruknya kondisi fisik pasar menjadikan hal utama dalam kekurangan pasar, misalnya kios-kios yang tak tertata dengan baik, sempit, panas, kotor, kekurangan fasilitas toilet, hingga kurangnya lahan parkir. Namun kondisi fisik yang buruk tersebut diimbangi dengan varian barang dan jasa yang ditawarkan pasar, dan para peserta merasa terkesan dengan kelengkapan barang dan jasa yang ditawarkan, terlebih varian makanan khas daerah.

Terdapat potensi besar dalam Pasar Mayestik, yaitu potensinya sebagai pusat garmen dan busana, mengingat koleksi yang ditawarkan beragam, mulai dari berbagai macam kain, batik, ulos, aksesoris pakaian, toko kancing, hingga desainer dan tukang jahit.

Tentu saja banyak yang diharapkan dari Pasar Mayestik baru, yang kononnya akan setinggi 8 lantai. Misalnya perbaikan fasilitas pengujung seperti parkir dan WC, lokalisasi atraktif untuk penjual makanan serta sarana kebersihan yang mendukung, hingga manajemen yang lebih baik. Setidaknya dengan perbaikan fasilitas yang dilakukan PD Pasar Jaya, diharapkan pula agar terjadi perbaikan mutu dan kualitas pedagang, dengan melalui peniadaan pungli, pelatihan pemasaran hingga upaya menjaga kebersihan.

Di Toko Jamu
Mobil pun jadi kios

2 thoughts on “Mengenang Pasar Mayestik

  1. Pingback: Mari Kembali Ke Pasar « Rujak

  2. taufik says:

    Jadi inget dulu beli perlengkapan Pramuka di pasar ini. Belum lagi kalo nemenin nyokap blusukan di pasar ini.
    Semoga saja desain yg baru lebih ramah terhadap pengunjung di segala aspek. Selain itu PD.Pasar Jaya juga hendaknya jangan menentukan harga yg sangat tinggi hingga tak terjangkau oleh usaha mikro dan K5. Kalo harga terlalu tinggi dan pedagang mikro dan K5 tidak bisa membayar, ceritanya akan sama saja seperti yg lalu2; mereka akan berdagang di pinggir jalan di depan toko2 yg resmi. Brantakan lagi deh….
    Pak Mario,ada nggak foto terakhir pasar mayestik ini? sekarang sudah seperti apa ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *