Sabun Alami: Rarak

Sudah ribuan tahun orang di berbagai belahan dunia menggunakan sabun alami dari “buah sabun”, atau soap nut atau sapindus. Di Asia Tenggara dikenal jenis Sapindus rarak DC.

Informasi tentang rarak atau lerak bisa diperoleh di sini.

Lerak di Jawa masih sangat lazim digunakan untuk mencuci kain batik. Informasi dari Widya Wijayanti di Semarang:  sebotol lerak cair bervolume 250 cc dijual Rp.17.000. Untuk 5 lembar batik digunakan kira-kira sepersepuluhnya,  20-30 cc. Untuk pemakaian sehari-hari, rasanya dapat diencerkan lagi.

Selain itu lerak dalam bentuk buah juga masih sangat lazim digunakan untuk membersihkan (perhiasan) emas, terutama di toko-toko mas di pasar-pasar, di pasar di samping dan belakang Mesid Raya Baiturrachman di kota Banda Aceh, misalnya.

Produk komersial sekarang mulai banyak dijual juga untuk mandi dan mencuci tangan. Harap hat hati dalam penggunaan, ada yang bila mengenai mata dapat menimbulkan rasa pedas yang perih dan bertahan lama, mungkin karena campuran tertentu.

Jadi kalau kita kembali ke sapu tangan, sehingga tidak menggunakan kertas tissue dan mencuci sapu tangan dengan sabun alami ini, kita bukan saja menjadi lebih keren dan gaya, kita juga menyelamatkan lingkungan dua kali lebih baik daripada sekedar tidak pakai tissue tapi mencuci dengan detergent.

15 thoughts on “Sabun Alami: Rarak

  1. Pingback: Sapu Tangan Lebih Gaya « Rujak

  2. Piti says:

    apakah sapindus ini bisa ditemukan di warung atau supermarket terdekat? soalnya kalo harus ke pasar emas di belakang mesjid di Aceh jadi mahal juga ya (menghitung ongkos pesawat kesana…heheheh)

    • Marco Kusumawijaya says:

      Di Jakarta, maksudnya? Saya sendiri belum pernah mencoba mencari. Mohon bantuan Ibu Piti untuk sudi berpetualang mencarinya, lalu menceritakannya kepada para pemirsa Rujak. Bagaimana? Saya bersedia menemani.

  3. Piti says:

    boleh, where do we start? pasar emas jakarta = pasar cikini-kah? atau somewhere di kota (mungkin di pasar deket kantor pos tua di taman fatahillah?)

  4. Elisa Sutanudjaja says:

    Saya pernah membeli sabun ini justru dari penjual batik tradisional, karena kononnya bagus untuk mencuci batik tulis dan cap.
    Saya juga pernah menemui produk serupa di stand Dinas Pertamanan saat pameran Flora Fauna Jakarta yang berlokasi di Lapangan Banteng (Juli nanti ada lagi), mungkin bisa datang ke pameran tersebut untuk berjumpa produk serupa.

    • esty says:

      saya menjual lerak… baik yang masih asli… berbentuk buah… atau yang sudah jadi / dikemas dalam botol berbentuk cair. kalau berminat bisa menghubungi saya di 081252241828

  5. Rachmadi Triatmojo says:

    Bismillah,
    hmmm…saya punya teman yang memproduksi sabun detergen organik ini.
    Kalau ada yang berminat bisa saya coba carikan informasinya.
    Tempat Produksi di Jogja.Dan memang biasa untuk mencuci batik agar tidak kabur warna batiknya (mbladus).
    Demikian info dari saya. Mudah2 an bermanfaat.

  6. Bambang Triono says:

    Lerak, sesudah digunakan, biasanya bijinya dibuang. Daripada di buang, apabila berkenan, siapa saja, silahkan dikirim ke alamat saya, sekitar 1 kg, untuk di tanam. Saya bersedia mengganti ongkos kirimnya. Kelak kalau sudah berbuah, bijinya silahkan diminta lagi, 10x lebih banyak.
    Wasallam :
    Bambang Triono
    Jl.Hati Suci no.7 Kupang-85111
    Telp. 0380-8026266 (fleksi) HP.08123777637

  7. citra says:

    Bagi2 informasi nih.. Sabun Lerak merk VERON tuh bagus juga lho sudah belinya ada di supermarket KEMCHICK’S atau supermarket2 lain di Jakarta. Ada yg khusus buat sutra dan wool juga. Oh ya bisa pesen antar juga kok.

    Kalau minat untuk pesan harap hubungi mbak Rindi di 021-94441745 harga plus ongkos kirim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *