Sebuah Tempat Warga Mengenal Jakarta dan Berpartisipasi Membangunnya

http://www.flickr.com/photos/rujak/sets/72157621860965984/

TGA  8.7 Universitas Tarumanagara

JAKARTA TIGA MASA

oleh yanaika agustine 

pembimbing : suryono herlambang

Jakarta turun 9 ranking dalam kurun waktu 6 tahun dalam “quality of living ranking”. Setiap tahun , kota Jakarta mengalami kemunduran kualitas hidup. Menurut data yang didapat dari survey sebuah konsultan besar yang bernama William M mercer consultants, ranking Jakarta pada tahun 2002 adalah kota dengan kualitas hidup nomor 137 dari 215 kota di seluruh dunia, namun pada tahun 2008 kemarin, Jakarta mengalami kemunduran menjadi nomor 146 dari 215 kota diseluruh dunia. Siapakah yang bertanggung jawab ? Pemerintah ? Masyarakat Jakarta? Atau ada “kambing hitam” lain untuk disalahkan? Setiap saat terjadi aksi saling protes. Kapan Jakarta akan nyaman untuk ditinggali kalau setiap orang saling menyalahkan namun tidak ada yang bertindak? .

   “You ought to be the change you wish to see in this world”-mahatma Gandhi-

Rasanya apabila seluruh warga Jakarta memahami benar arti kata-kata mahatma Gandhi diatas, seharusnya Jakarta akan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali. Karena apabila semua orang hanya bisa protes,namun tidak bergerak, menunggu seorang contoh untuk diikuti (yang adalah kelemahan sebagian orang di dunia), kapan Jakarta akan menjadi lebih baik?[1]

Dengan asumsi, pemerintah juga akan melakukan perubahan untuk membawa Jakarta kearah yang lebih baik, maka seharusnya masyarakat sipil juga membawa diri mereka untuk meningkatkan inisiatif dan partisipasi dalam melakukan perubahan.

Ke manakah seseorang pergi apabila dia ingin berpartisipasi dalam membangun kota Jakarta dan mencari tahu seperti apakah kota Jakarta beserta informasi-informasinya?. sebenarnya terdapat segudang inisiatif warga , sayangnya usaha ini sangatlah  lamban dalam mengubah kota Jakarta.  selain itu , timbul juga berbagai macam LSM [  lembaga sosial masyarakat ]  yang bergerilya dalam kota Jakarta demi memperbaiki kota Jakarta,ataupun bertumpuknya para professional dan expert yang tersedia untuk mengubah kota Jakarta . Namun tidak banyak masyarakat Jakarta yang peduli / tahu akan usaha / kegiatan ini. Padahal, inisiatif-inisiatif ini seharusnya dapat berjalan dengan lebih pesat dengan adanya lebih banyak sumberdaya manusia dengan didukung oleh program yang terintegrasi. misalnya pertukaran ide dan praktek  antar organisasi . karena sesuatu yang dikerjakan oleh orang banyak pasti lebih maksimal dengan syarat, terdapat sebuah program yang efektif. karena itulah semua ide-ide yang membangun ini haruslah  saling berhubungan.

Jakarta tiga masa merupakan sebuah fasilitas untuk menjembatani permasalahan-permasalahan diatas dengan memberikan ruang bagi masyarakat maupun pemerintah untuk saling bertemu ,bersama-sama membahas permasalahan kota jakarta. sehingga tidak ada lagi saling menyalahkan.jakarta tiga masa memperlihatkan kepada masyarakat jakarta, jakarta pada zaman dahulu ( dimana segalanya masih teratur), zaman sekarang ( permasalahan-permasalahan kota menumpuk), dan zaman selanjutnya dimana terdapat perencanaan perencanaan baik yang memang telah direncanakan oleh pemerintah maupun masyarakat yang dapat memberikan pendapat akan perencanaan-perencanaan tersebut.

Jakarta tiga masa ini bersifat interactive gallery dimana didalamnya akan ada banyak gallery bersifat edukatif namun pengunjung tidak hanya menonton namun dapat memberikan respon terhadap setiap produk yang dipamerkan di dalam gallery,sehingga tidak terasa membosankan. Zoning jakarta tiga masa terbagi ke dalam zoning jakarta pada waktu dulu, jakarta education gallery ( dibagi 3 yaitu environment education gallery, transportation education gallery dan social politic education gallery), dan jakarta in model dimana pada bagian ini terdapat maket jakarta yang dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perencaaan baru dari pemerintah. Selain itu terdapat fasilitas penunjang seperti rent office bagi LSM atau organisasi yang bersifat serupa, auditorium , cafe , sustainable shop maupun amphitheater dimana amphitheater ini diletakkan di lantai paling atas . dari amphitheater ini pengunjung dapat menonton lambang ibukota jakarta, monas, dapat juga mengadakan kegiatan dengan berlatar belakangkan monas. karena secara sadar atau tidak sadar, kita sebagai warga ibukota jarang sekali melihat dengan jelas keindahan monas, biasanya hanya sekedar lewat atau melihat fotonya yang indah di kartu pos.

Konsep jakarta tiga masa yang paling utama adalah memprioritaskan mudahnya masyarakat jakarta untuk datang ke bangunan ini . karenanya pemilihan tapak paling pertama dilakukan dengan membuat simpul transportasi umum massal.seperti kereta api, busway dan MRT (mass rapit transit) yang masih dalam perencanaan. Setelah itu dari sirkulasi , jakarta tiga masa ini tidak ingin jalur sirkulasi manusia diganggu oleh mobil.karenanya kedua sirkulasi ini terpisah. Warga yang cacat pun dapat mengakses bangunan ini dengan mudah. Halte bus disediakan didalam tapak. Sehingga tujuan mempermudah seluruh rakyat jakarta untuk datang sebisa mungkin terpenuhi. Baru kemudian terdapat konsep penunjang seperti analisis tapak (analisis matahari ,lighting ,angin dsb). Juga konsep “polytone jakarta” dimana bangunan ini selain merupakan sebuah “bangunan” namun juga memasukkan fungsi “ taman publik” bagi bangunan-bangunan disekitarnya.sehingga tidak tekesan “monotone” seperti yang dialami keadaan tapak sekarang ini.


[1] Kusumawijaya , Marco . can we really change jakarta ? . jakarta post . 19 desember 2008.hal.1

2 thoughts on “Sebuah Tempat Warga Mengenal Jakarta dan Berpartisipasi Membangunnya

  1. Pingback: Ruang Keluarga Jakarta « Rujak

  2. Pingback: Inisiatif dan Partisipasi Warga « Rujak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *