Serial Diskusi Salihara: Agama dan Sekularisme di Ruang Publik: Pengalaman Dunia Islam

Pembicara/Speakers: Luth? Assyaukanie & Ihsan Ali-Fauzi
Moderator: Saidiman Ahmad
Lokasi: SerAMBi SALiHArA
terbuka untuk umum
Pendaftaran selambatnya 18 Januari 2011, melalui dita@salihara.org
Diskusi ini melanjutkan pembahasan tema “Agama dan Sekularisme di ruang Publik” (Desember 2010) yang mengangkat dialog antara Habermas (?lsuf) dan ratzinger (teolog) tentang bagaimana menanggapi kebangkitan agama di ruang publik di dunia Barat atau masyarakat Kristen. Kali ini diskusi akan lebih melihat hubungan agama dan ruang publik di dunia islam: bagaimana tarik-menarik doktrin agama dan politik dalam sejarah kekuasaan islam,
sejak kapan ide sekularisme bersentuhan dengan masyarakat muslim, dan benarkah sekularisme adalah “produk impor” dari luar-islam yang datang melalui modernisme, kolonialisme, dan konsep “negara bangsa”. tidak adakah pengalaman sekularisasi yang lahir dari tradisi intelektual atau praktik
politik islam? Dan bagaimana memaknai kembalinya otoritas agama dalam kehidupan publik (fatwa, penerapan aturan publik berbasis Syariah islam, dan kelompokkelompok sipil yang membakai simbol dan klaim agama), hingga ide “negara agama” di masyarakat muslim yang tak pernah matimati diteriakkan? Selain itu, seperti apa masa depan kebebasan, perbedaan, dan ruang
publik yang seharusnya tak terkooptasi oleh satu kelompok? Bagaimana menanggapi semua isu itu dalam kehidupan berdemokrasidan bernegara saat ini?
Ikuti diskusinya bersama Luth? Assyukanie, Deputi Direktur Freedom institute dan Pendiri Jaringan islam Liberal (JiL), dan ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Wakaf Paramadina dan Dosen Universitas Paramadina.
Program ini ditaja oleh Hivos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *