Menjadi gubernur Jakarta adalah salah satu pekerjaan tersulit yang pernah ada. Setidaknya itu yang disiratkan dan dicurhatkan oleh Gubernur Fauzi Bowo saat menjadi pembicara utama di Sustainable Jakarta Convention. Sustainable Jakarta Convention sendiri merupakan konvensi yang mengundang para pemangku kepentingan di Jakarta dalam upaya menentukan langkah untuk mewujudkan Jakarta yang lebih berkelanjutan.
Gubernur mengetengahkan kesulitannya menjadi pemerintahan yang berada di tengah-tengah terjepit diantara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah kota dan kotamadya. Selain itu, Jakarta pun menghadapi banyak tantangan karena pertumbuhannya yang terlalu cepat sehingga mempengaruhi lingkungan hidup, sementara lingkungan hidup memiliki daya dukung yang terbatas serta waktu pemulihan yang cukup lama.
Curhat-curhat lainnya yang muncul dalam acara itu adalah keluhan akan sulitnya melakukan perubahan, karena terbentur oleh kompleksnya prosedur dan perundangan-undangan. Tak hanya masalah prosedural, suatu perubahan pun kadang terbentur oleh masalah dana dan penerapan di lapangan dalam hal ini yang berhubungan pada pelaksanaan dan masyarakat.
Curhat itu pun berlajut pada masalah krusial, yaitu transportasi umum. Beliau menceritakan betapa sulitnya mewujudkan MRT karena harus berbentur dengan berbagai kepentingan dan Undang-Undang. Sementara New Delhi yang memulai rencana MRT bersamaan dengan Jakarta, justru kini telah memiliki 3 jalur MRT dan sudah memulai jalur ekspress yang menghubungkan pusat kota dan airport. Sementara hingga saat ini, bandara Soekarno Hatta bahkan belum terhubung dengan jalur kereta api perkotaan.
Terdengar basi? Bisa jadi! Karena masalah-masalah yang dihadapi Gubernur dan pemerintah daerah Jakarta adalah masalah yang sama yang dihadapi oleh gubernur terdahulu dan megakota di negara-negara berkembang lainnya. Sangatlah disayangkan, di akhir uraiannya pun menjadi curhat belaka, tidak ada strategi, tidak ada visi, tidak ada ajakan. Hanya pesan-pesan kepada gubernur yang akan dating: harap menpersiapkan hati jika ingin menjadi Gubernur Jakarta.
Gubernur pun hanya manusia biasa, yang bisa curhat dan mengeluh. Tapi di saat bersamaan dia pun harus menjadi manusia luar biasa, yaitu menjadi pengayom bagi seluruh warganya. Keluhan boleh ada, tapi apakah harus pesimis, seakan tidak ada solusi dari ber bagai masalah yang ada? Yakinlah Pak Gubernur, warga Jakarta bersedia membantu meringankan beban anda, baik diminta maupun tidak. Mari tetap optimis untuk bersama-sama warga mencari solusi terbaik.

Fauzi Bowo basi bangett!! Dulu aja pas kampanye bilang ‘serahkan pada ahlinya!’ Ternyata sekarang cuma bisa curhat gak jelas!!!