Is it True: Carbon Finance supports Monas Square development?

Jakarta in Copenhagen_1

Jakarta displays a model of Monas Square in Copenhagen. The text says: “The Model describes the future sustainable development of Jakarta. Carbon Finance projects support the city in its mitigation efforts and help to develop local economies and address social issues, by creating jobs.”

Is it true? Any one with more information? Please share.


Jakarta in Copenhagen_2

6 thoughts on “Is it True: Carbon Finance supports Monas Square development?

  1. Evi says:

    Lapor: Teman reporter tadi masih cari-cari tapi belum ada kejelasan soal rencana apa untuk Monas, moga-moga nanti sore lebih jelas, mungkin dari Sylviana Murni. Sementara semakin dipikir, aku jadi semakin kesal dengan episode sinetronnya pemda ini… Kita ga pernah denger sama sekali soal sustainable Monas baik sekarang maupun rencana masa depan, lihat maketnya aja ga pernah. Yang terakhir kita dengar kan soal delman digusur. Yang kita tahu juga kan soal Satpol PP yang kerjanya kayak bouncer club, menyeleksi siapa yang boleh pakai Monas dan siapa yang tidak. Belum lagi air mancur dan lampu yang jor-joran dan pastinya tidak hemat energi itu. Kok ga pernah bilang sama kita di Jakarta bahwa Monas mau jadi sustainable, tiba-tiba bilang sama orang-orang di COP15. Adress social issues apanya, huh. Mas Marco, kasih komentar ya! Buat dikutip di koran hehe… Thanks!

  2. Izhar says:

    Pak Marco dan Mbak Evi, serta teman-teman sekalian. Mohon maaf, kalau episode sinteron ini tidak ada prolog atau iklannya, dan tiba-tiba aja langsung ditayangkan. Memang pencetusnya COP15, namun ide ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama, sebagaimana tercantum dalam dokumen-dokumen perencanaan kota yang ada. Kita juga punya NKLD (Neraca Kependudukan dan Lingkungan Daerah) dan dokumen-dokumen lainnya yang menunjukkan konsen Pemprov DKI terhadap masalah lingkungan. Khusus masalah carbon, memang semakin kita cermati sejak adanya Kyoto Protocol dan semakin kita tajamkan sejalan dengan program-program lainnya, termasuk Agenda 21. Kalau melihat kebijakan Pemprov DKI dalam peluncuran Jakarta Trans (Busway) yang menggunakan gas, itu menunjukkan Pemprov DKI sudah lama konsen terhadap masalah carbon ini. Saat sekarang ini, kita juga lagi konsen terhadap masalah green building dalam rangka efisiensi energi yang didukung oleh clinton foundation. Saya harap penjelasan ini cukup membantu.

    Mengenai maket di COP15, memang berisi mengenai program-program yang akan Pemprov DKI lakukan berkaitan dengan Jakarta: Towards Low Carbon City. Menurut hemat saya, lebih elok, kalau rekan-rekan bisa membantu mengusulkan program-program lainnya yang bisa mendukung program tersebut. Mumpung Gubernur tertarik dengan program ini, mari kita dukung bersama-sama untuk dapat segera direalisasikan. Seperti Tagline website ini: dalam rangka menuju Jakarta yang lebih baik. Thanks. Salam.

  3. Evi says:

    Mas Izhar, akan lebih elok juga kalau sebelum jualan ke luar negeri, ngobrol dulu sama yang di dalam negeri. Kalau soal Pemda peduli masalah lingkungan, ya, memang sudah mulai. Tapi seperti biasa Mas Izhar, tangan kanan bikin apa, tangan kirinya lain lagi Mas. Tidak konsisten, tidak direncanakan dengan baik, juga tidak ada visinya. Sekedar reaksioner ikut arus isu. Oh orang sedang bilang green, lantas ikut-ikutan. Tapi tidak jelas tercantum dalam visi. Contoh paling mutakhir: Di satu sisi bilang harus hijau, pakai gas dan sebagainya, juga bikin Car Free Day, di sisi lain Fauzi Bowo sangat bangga dengan rencana enam jalan tol baru, yang tentunya bervisi pro-mobil. Ada banyak yang lain Mas Izhar. Omongan saya memang keras, tapi inilah risiko “public participation,” ga selalu elok. Maaf.

    Mas Marco, ini linknya. Ternyata Jakarta Pusat yang bertanggung jawab atas Monas pun belum diajak ngomong soal mimpi indahnya itu.

    http://www.thejakartapost.com/news/2009/12/16/copenhagen%E2%80%99s-monas-project-still-unknown-back-home.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *