Pameran Seni Rupa galeri North Art Space, Pasar Seni Ancol.
20 -31 Januari 2011
Para perupa:
Luthfi Anwar (IKJ),
Walid Syarthowi Basmallah (IKJ),
Michael Binuko (FSRD-ITB),
Patriot Mukmin (FSRD-ITB),
Rizki Andina (FSRD-ITB),
Saroni (ISI-Yogyakarta),
Sutrisno (ISI)-Yogyakarta)
Muhama Yusuf Siregar (ISI-Yogyakarta).
press release
The Age of Restlessness
Kegelisahan bisa jadi adalah suatu modal yang paling utama dan klasik dalam menggerakan zaman terutama era modern. Kegelisahan pada hal tertentu bertransformasi menjadi nilai suatu dorongan atau menstimulasi suatu perasaan, pemikiran, bahkan dalam suatu mekanisme yang lebih terstruktur akhirnya bisa menjadi ekspresi seni bahkan gerakan massa atau sebaliknya, kegelisahan akhirnya mampu membawa ke dalam jurang kematian. Kegelisahan dibentuk oleh adanya perbenturan nilai individu dan individu lain atau sosial dan eksternal.
Setiap generasi, jaman dan konteks tertentu, kegelisahan disebabkan dan menghasilkan nilai yang berbeda-beda, maka suatu bentuk kegelisahan bisa menjadi unik dan khas. Pameran The Age of Restlesness, menjadi suatu teropong bagaimana ruang kegelisahan dalam era dimana media dan teknologi informasi mengkonstruksi realita keseharian, dan juga berbagai persoalan sosial yang terserap dalam ruang-ruang pribadi. Selain untuk melihat secara dekat bagaimana suatu generasi mengartikulasikan suatu kegelisahan dalam suatu rangkaian ekspresi seni.
Pameran ini menyajikan karya-karya hasil dari program residensi Jaya Ancol, yang terdiri dari 8 perupa muda dari berbagai kota: Jakarta, Bandung, Jogjakarta. Mereka berada di Pasar Seni Ancol selama 6 bulan, berproses dan berinteraksi dalam suatu konteks ruang tertentu; baik fisik dan sosial. Selain karya-karya , mereka juga merespon ruang ruang pamer sebagai suatu unsur yang menantang, untuk memperlihatkan proses kreatif mereka.
Rifky Effendy
Kurator North Art Space.



