Aksi Dukung Anies Tetap di Jakarta

Penulis :Delaneira Humaira . Mahasiswa Universitas Brawijaya . Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), Serikat Becak Jakarta, dan Urban Poor Consortium menggelar aksinya di depan Balai Kota Jakarta. Aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB pada Senin (23/07/2018). Aksi tersebut digelar untuk mendukung Anies agar tak maju Pilpres 2019 dan bertahan menjadi Gubernur DKI Jakarta sampai dengan lima tahun ke depan. Hal tersebut dikarenakan beberapa pekan terakhir terdengar isu bahwa Anies akan dijadikan sebagai Cawapres di Pilpres 2019.

Aksi yang diikuti sekitar 250 massa tersebut di antaranya merupakan warga kampung, tukang becak dan Pedagang Kecil Mandiri (PKM) di DKI Jakarta. Aksi tersebut diikuti oleh orasi yang disampaikan masing-masing perwakilan warga kampung atau organisasi setempat. Dalam orasi tersebut menyatakan bahwa Anies sedang menjalankan kontrak program penataan 16 kampung di DKI Jakarta dalam program CAP (Community Action Plan). Oleh sebab itu masyarakat yang tergabung dalam JRMK meminta Anies untuk tetap melanjutkan penataan kampung tersebut.

Salah satu warga yang menyampaikan orasinya mengatakan, “Kami sebagai warga kampung berharap Pak Anies tetap menuntaskan janjinya selama lima tahun ke depan dan menyelesaikan programnya sampai selesai,” Selain itu, dalam orasinya, warga mengatakan bahwa mereka memilih Anies untuk 5 tahun jabatan bukan hanya 8 bulan, warga juga meminta agar Pak Anies tidak mengingkari janji kampanye dan menjadikan jabatan gubernur sebagai batu pijakan untuk menuju Pilpres seperti yang sudah dilakukan pemimpin sebelumnya.

Suasana Aksi Dukung Anies Tetap di DKI

Eny Rohayati, koordinator JRMK, menilai selama 8 bulan kepemimpinan Anies telah banyak perubahan yang terjadi. Mulai dari penataan kampung, pembangunan shelter di Kampung Akuarium dan Muara Angke, hingga pembangunan RT dan RW baru di beberapa wilayah.

“Kita sedang mengajukan izin untuk UMKM kecil mandiri dan sedang diproses. Jadi kami memang merasakan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat,” ujar Eny.

Dalam aksi tersebut terlihat puluhan spanduk yang berbunyi dukungan terhadap Anies agar tetap menjadi pemimpin di DKI Jakarta. Puluhan spanduk yang dibawa oleh massa pendemo bertuliskan “Warga DKI Butuh Bapak Anies Baswedan,” “Jangan Tinggalkan Kami Pak,” “Jakarta Maju Bersama Bapak Anies,” hingga “Bersama Pak Anies Jakarta Menjadi Berwarna.”

Setelah beberapa jam menjalankan aksinya, Anies menerima perwakilan aksi untuk melakukan diskusi di ruangan Gubernur. Setelah kurang lebih 30 menit berdiskusi, Anies dan perwakilan aksi tersebut menuju depan Balai Kota. Gubernur Anies Baswedan pun mendatangi mereka dengan wajah yang terus tersenyum lalu duduk bersama massa. Anies berjanji akan tetap menyelesaikan kontrak dan program penataan kampung dengan warga DKI Jakarta.

Anies mengatakan, “Saat diskusi bersama perwakilan tadi, saya terharu mendengar telah banyak terjadinya perubahan di kampung-kampung di DKI Jakarta. Insya Allah perubahan itu akan terus dituntaskan.”

Anies pun meminta agar warga tidak khawatir mengenai isu majunya Anies menjadi Cawapres.

Aksi ini menurut warga merupakan bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Kita masih cinta dengan Pak Anies. Kami berharap bapak tetap memimpin kami dan meneruskan program sampai tuntas.” ujar seorang massa.

Anies menjawab tenang, “Bapak Ibu sekalian jangan khawatir. Saya pun tidak pernah merencanakan menjadi Gubernur. Semuanya panggilan. Yang penting semua yang direncanakan akan dituntaskan, jangan khawatir, saya juga cinta sama Bapak Ibu sekalian. Program penataan akan dituntaskan sampai selesai.”

Aksi damai ini pun ditutup dengan foto bersama antara warga dan Gubernur Anies Baswedan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *