Bencana Itu Dimulai Hari Ini

petisi tanggul jakarta

 

Text oleh Andesha Hermintomo

 

Perlu dipahami, bahwa kami tidak menolak pembangunan, penciptaan lapangan kerja, stimulus pertumbuhan ekonomi, peningkatan kondisi sarana dan prasarana, ataupun penanganan banjir di ibukota Jakarta.

Yang kami tolak adalah pola pembangunan yang perencanaannya tidak melibatkan aspirasi warga, tidak melalui kajian dampak lingkungan hidup, memiliki keberpihakan kepada kepentingan golongan ekonomi kuat dan mengabaikan yang lemah.

Kami juga merasa berkewajiban untuk memberikan peringatan akan beberapa prioritas pembangunan yang sangat vital namun belum terlaksana seperti peningkatan prasarana angkutan umum, penyediaan air bersih bagi 54% populasi jakarta yang belum memperoleh layanan PAM, penyediaan hunian layak bagi ratusan ribu warga miskin kota, dan sistem drainase kota yang buruk.

Kami berpendapat bahwa proyek tanggul raksasa yang disertai proyek reklamasi skala masif serta pembangunan kawasan komersial dan residensial mewah yang diperkirakan akan menghabiskan dana pembangunan sebanyak Rp.600.000.000.000.000,00 (enam ratus triliun rupiah) tidak mengatasi masalah-masalah paling krusial yang dihadapi oleh warga jakarta setiap saat tersebut.

Meski digaungkan sebagai solusi atas bencana ekologis berupa penurunan tanah, keterbatasan lahan dan kekurangan cadangan air tawar, namun tanpa menggunakan prinsip kehati-hatian dan metode partisipatif, sangat besar kemungkinan proyek raksasa untuk membangun tanggul dan kawasan reklamasi di teluk jakarta hanya akan melahirkan bencana-bencana sosial dan ekologis yang baru seperti sedimentasi muara sungai, terancamnya kelestarian hutan mangrove, dan kurangnya hunian bagi masyarakat ekonomi lemah.

Bencana itu dimulai hari ini, dan hanya upaya nyata dari warga untuk menyuarakan aspirasinya yang bisa menghentikannya.

https://www.change.org/p/joko-widodo-menolak-adanya-tahapan-pembangunan-dari-proyek-tanggul-raksasa-jakarta-national-capital-integrated-coastal-development-tanpa-amdal-dan-dengar-pendapat-warga-terdampak#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *