Dicari: Mal Egaliter Bercitarasa Lokal

Jika saya harus memilih satu pusat perbelanjaan favorit di Jakarta, saya akan memilih Mal Kelapa Gading (MKG) di Jakarta Utara.

Oleh. Hera Diani

Seperti banyak penduduk Jakarta lainnya, saya pun tidak bahagia dengan menjamurnya pusat perbelanjaan di Jakarta dan wilayah Bodetabek. Sama seperti penghuni ibukota lainnya, saya juga ingin ada lebih banyak lahan hijau terbuka, perpustakaan, tempat bermain dan jalur sepeda dan pejalan kaki, daripada lagi-lagi melihat kotak raksasa berpendingin di mana aktivitas di dalamnya tidak dapat dilakukan tanpa membuang uang.

Tapi jika saya harus memilih satu pusat perbelanjaan favorit di Jakarta – the lesser than two (or in this case 53) evils – saya akan memilih Mal Kelapa Gading (MKG) di Jakarta Utara. Mal Kelapa Gading yang mana, mungkin Anda bertanya, 1, 2, 3,… ups..tidak ada 4, atau 5? Semuanya boleh.

Betul sekali, kehadiran MKG berikut teman-temannya – Sports Mall, Mall of Indonesia (MoI), Artha Gading, dan lain-lain, serta sederet gedung apartemen – berkontribusi terhadap memburuknya banjir di daerah ini. Tapi lebih baik hal itu kita bicarakan pada diskusi yang lainnya.

Pertama, MKG tidak memiliki tampakan luar yang intimidatif atau angkuh. Bangunannya tidak tinggi, atau mentereng dengan jendela-jendela kaca yang menampakkan barang-barang bermerek yang mewah. Tampilannya cukup membaur dengan lingkungan sekitarnya yang dominan perumahan dan ruko.

Selain itu, akses dengan kendaraan umum pun mudah; ada angkot dan bajaj yang bisa berhenti di depannya tanpa dihalau satpam. Di dalamnya, yang paling menarik adalah restoran dan pusat jajanannya menyajikan makanan yang beraneka ragam dan enak. Bandingkan dengan mal-mal lain yang kebanyakan menyediakan makanan cepat saji, makanan Indonesia yang harganya dibanderol selangit, atau restoran-restoran mewah.

Dengan situasi seperti ini, tidak heran bila setiap akhir pekan, MKG disesaki pengunjung yang tidak hanya datang dari Jakarta Utara, tapi bahkan dari Jakarta Timur dan Bekasi. Mal sejawatnya di Kelapa Gading tidak banyak dipenuhi pengunjung, bahkan cenderung sepi. Kata kuncinya menurut saya adalah egaliter dan bercita rasa lokal.

Dari segi retail, mal ini bisa mengikuti selera pengunjung daerah tersebut, misalnya menyangkut makanan. Sudahlah, orang Indonesia itu sukanya ya makanan bercita rasa Indonesia. Selera berpakaian pun jangan diseragamkan. Yang disukai penduduk Jakarta Selatan lain dengan yang disukai di Jakarta Utara, tapi manajemen mal di Jakarta ini tetap memilih anchor tenant yang sama. Alhasil, di Emporium Pluit, misalnya, anchor tenant SOGO terlihat sangat sepi pengunjung. Demikian juga dengan mal-mal di daerah Kelapa Gading lainnya. (Sekadar catatan, banyak pihak manajemen mall di Jakarta yang mengeluhkan menurunnya pengunjung. Para analis berkata bahwa selain krisis, pasar mall juga sudah jenuh dan yang belanja pun itu-itu saja).

Berkaitan dengan pusat perbelanjaan bercita rasa lokal, ada tempat-tempat baru yang muncul dan menarik perhatian, yaitu pasar modern. Pasar ini pasar basah tempat berjualan makanan mentah, namun bersih dan bebas becek serta bau yang terlalu menyengat. Di dalamnya pun ada produk-produk lain seperti peralatan dapur dan tentu saja makanan.

Pasar modern ini baru sedikit jumlahnya, dan yang saya temui baru ada di Bumi Serpong Damai dan juga Gading Serpong. Sangat menyenangkan berkunjung ke tempat-tempat ini karena membangkitkan kenangan masa kecil saat berbelanja ke pasar bersama ibu, namun juga bisa nongkrong dan makan tanpa keluar biaya banyak dan merasa harus berdandan lebih.

Dengan demikian, jika pun Jakarta ini ingin menambah pusat perbelanjaan. Saya kira yang dibutuhkan dan diinginkan para penduduknya adalah tempat yang lebih egaliter, hangat dan bercita rasa Indonesia. Mal-mal yang dingin dan angkuh, mahal serta menjual makanan cepat saji hanya akan menghasilkan anak-anak obesitas, masyarakat konsumtif dan materialistis serta makin lebarnya jurang kekayaan yang mengarah pada kecemburuan sosial.

Penulis adalah wartawan, dan tulisan ini adalah pendapatnya pribadi.

One thought on “Dicari: Mal Egaliter Bercitarasa Lokal

  1. anggie says:

    yuppp…setuju. MKG is the best.
    disini semuanya bisa berbaur, food courtnya plg luas & lengkap dri seluruh mal yg ada di jakarta.
    tidak spti mal2 yg ada di selatan yg harganya selangit tpi rasanya biasa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *