Hari Peduli Sampah Nasional

Sabtu, 14 April 2018

Pemerintah Kota Banjarmasin, berkomitmen dalam memerangi sampah kotanya. Setelah berhasil menjadi kota pertama di Indonesia yang melarang penggunaan kantong plastik di tempat belanja seperti ritel modern yang juga tertuang dalam peraturan walikota nomor 18 tahun 2016, tentang pelarangan kantong plastik. Melalui hari peduli sampah nasional ini pemerintah kota Banjarmasin kembali mengajak warga kotanya untuk memerangi sampah di sungai-sungai kota. Bapak Ibnu Sina, selaku Walikota Banjarmasin beserta jajarannya, melakukan aksi bersih-bersih sungai.

Sungai merupakan identitas Kota Banjarmasin. Namun, sampah cukup banyak mencemari sungai. Hal ini kemudian mempengaruhi kualitas lingkungan di bantaran sungai dan juga tentunya berpengaruh pada citra kota sungai.

Menanggapi hal ini, secara kongkret pemerintah kota melakukan aksi bebersih sampah sungai guna menciptakan lingkungan sungai yang asri. Tidak hanya itu, aksi ini juga memberikan pesan kepada seluruh warga Kota Banjarmasin untuk menjaga sungai di Banjarmasin dengan tidak membuang sampah di sungai. Aksi ini dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai dukungan untuk menciptakan lingkungan yang asri.

Minggu 15 April 2018

Perayaan Hari Peduli Sampah Nasional di Banjarmasin berlanjut pada Minggu, 15 April 2018. Pada hari ini, pemerintah kota melakukan aksi bagi-bagi Bakul Purun gratis ke masyarakat. Bakul Purun merupakan kantong tradisional Banjarmasin yang terbuat dari bahan alami. Melalui aksi ini, pemerintah kota mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan kantong tradisional alami dan meninggalkan kantong plastik.

Setelah itu para pegiat lingkungan dari berbagai komunitas dan masyarakat terlibat dalam kegiatan memungut sampah yang berlangsung disepanjang arena car free day Siring Banjarmasin yang dimulai dari jalan  Jl. Sudirman, kemudian melewati  Jl. S. Parman  dan MT. Haryono, kemudian  berakhir di jalan Piere Tendean  tepatnya di menara pandang, Siring Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan pameran barang daur ulang di Menara Pandang oleh berbagai komunitas peduli lingkungan.

Komunitas Kampung Kita Kota Banjarmasin (Komunitas KAKIKOTA Banjarmasin) turut serta dalam kegiatan ini. Komunitas KAKIKOTA mengkampanyekan hidup tanpa sampah melalui kegiatan “Piknik Tanpa Sampah”. Area piknik menjadi arena interaksi antara Komunitas KAKIKOTA dengan pengunjung. Dalam Interaksi, KAKIKOTA kembali mengkampanyekan konsep hidup Tanpa Sampah dengan media peralatan piknik serta berbagi pengetahuan dengan para pengunjung Siring Banjarmasin.

pada dasarnya kegiatan ini menginisiasikan bahwa apakah mungkin beraktivitas tanpa menghasilkan sampah itu mugnkin?  Melalui kegiatan ini Kotakita Banjarmasin mencoba berbagi pengalaman dengan para pengunjung Siring perihal pola manajemen sampah mereka sehari-hari. Interaksi dimulai dengan menantang pengunjung mendefinisikan sampah dan menebak sampah yang dihasilkan dari area kegiatan piknik.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *