Mengenang Romo Mangun, Altruisme dan Kali Code

Tulisan ini disarikan dari rangkaian cuitan Fildzah Husna Amalina, mahasiswa Perencanaan Kota di Universitas Gajah Mada yang sempat magang selama 2 bulan di Rujak.

Tepat saat itu adalah peringatan 19 tahun meninggalnya Romo Mangunwijaya, seorang rohaniwan, pejuang Hak Asasi Manusia, arsitek dan sastrawan serta penulis. Salah satu karya arsitektural yang dilakukan secara partisipatif bersama warga adalah hunian di bantaran Kali Code. Proyek tersebut memenangkan penghargaan Aga Khan.

Foto oleh Fildzah Husna

Husna mengutip dan menyimpulkan beberapa hal dari buku Menuju Kampung Pemerdekaan dari Darwis Khudori. Darwis adalah rekan dan murid Romo Mangun, yang juga terlibat dalam proyek Kali Code. Berikut beberapa kutipan yang menarik dari dalam buku:

Di Indonesia yang sudah “merdeka” kini, kita masih memerlukan “pemerdekaan”. Merdeka bukan secara legal-formal, tetapi ideal-substansial. Merdeka dr struktur yang menindas.

“Menyantuni orang miskin tidak berarti harus ikut miskin, atau mengikuti cara hidup kaum miskin. Mereka tahu bahwa kita tidak semiskin mereka. Mereka juga tidak ingin agar kita semiskin mereka yang penting, menghormati mereka sebagai manusia, solider dengan mereka, bersimpati kepada mereka, dan jangan lupa, apa pun kedudukan kita di masyarakat, mengarahkan kita kpd pemberantasan kemiskinan, menuju tata masyarakat yg lbh adil.”

Sebelum saya bertemu dengan hal teknis tentang Kampung Code, saya memang mencoba mencemplungkan diri ke cara berpikirnya. Belajar dari seorang altruis, untuk menjadi altruis. Motif Romo merangkul golongan yang disebut sebagai “sampah masyarakat” kala itu, memang murni motif keimanan. Bukan agama, tapi keimanan. Karena ia sama sekali tidak meminta mereka menjadi “sama” dengannya. Motif yang masih begitu sulit untuk saya pelajari dan replikasi sendiri, adalah relijiusitas beliau tadi. Ia melakukannya karena imannya.

“Masalah yang dihadapi dunia bukanlah bagaimana membawa seluruh umat manusia kepada satu agama, melainkan bagaimana mengajak seluruh umat manusia dari berbagai keyakinan bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih baik…”.

Saya sebetulnya kurang paham ajaran agama yang beliau anut, tetapi dari keimanan lah ia membantu “wong cilik” yang tertindas struktur ekonomi (kapitalis) dan politik (militeris) pada masa itu. Salah satunya, Kampung Code yang merupakan permukiman “hitam”. Isinya penjahat, PSK, pemulung, dan anak-anak jalanan. Kampung Code terancam digusur karena sebuah konsep “greenbelt” yang digadang pemerintah (dan akademisi) pada waktu itu. Romo Mangun sempat membuat surat terbuka, di mana ia menolak keras penggusuran di Kali Code. Tertanggal 25 Maret 1985. Dimuat di koran Kedaulatan Rakyat. Romo Mangun juga pernah melakukan mogok makan. Ia ingin menapak-tilas Nabi Isa dan Mahatma Gandhi untuk melawan dengan metode nirkekerasan. Ia bertekad untuk berpuasa apabila penggusuran tetap dilakukan.

Altruisme yang ada pada beliau ini kemudian membuat apa yang ia kerjakan di Kampung Code terasa begitu menyentuh. Setidaknya begitu, buat saya yang beberapa tahun ini belajar “perencanaan” kota. Ia tidak memisahkan dirinya sebagai arsitek, rohaniawan, budayawan, maupun aktivis, ketika melakukan sesuatu. Semakin saya mempelajari beliau dan apa yang ia kerjakan, semakin saya mempertanyakan apa yang saya pelajari di kampus. Jadi, sembari skripsi, pun saya refleksi dan mendekonstruksi banyak teori.

Saya rasa belum ada lagi tokoh yang memiliki nurani dan keberanian seperti beliau untuk membela kaum tertindas. 19 tahun setelah wafatnya beliau, dan lebih dari 30 tahun setelah karya beliau di Code, banyak pemikirannya yg masih relevan untuk kita refleksikan. Selamat jalan, Romo Mangun. Kultwit ini akan saya teruskan setiap saya mempelajari hal dari Romo dan Kampung Code, karena buat saya, Romo Mangun adalah kisah yang perlu direproduksi terus menerus.

 

 

One thought on “Mengenang Romo Mangun, Altruisme dan Kali Code

  1. Bagus Suntoro Utomo says:

    Terima kasih atas tulisannya.
    Di mana sy bisa beli buku Menuju Kampung Pemerdekaan dari Darwis Khudori ?

    WA saya : 082117713778

    Terima kasih
    Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *