Sejarah Komunitas, Pemetaan Kultural, dan Implikasinya terhadap Perancangan Kampung Akuarium [International Field School 2020 : Hari 3]

Seperti yang kita ketahui bahwa perencanaan partisipatif adalah pendekatan yang sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan kembali kampung. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwasanya pemetaan menjadi alat yang penting dalam proses perencanaan tersebut. Hasil pemetaan tersebut tidak hanya digunakan sebagai bahan dalam proses perencanaan dan perancangan, tetapi juga dapat dijadikan sebagai community archival bagi masyarakat, memberikan gambaran untuk masyarakat di masa yang akan datang, khususnya dalam Perancangan dan Penataan Kampung Akuarium.

 

Cuplikan Paparan Materi Antariksa tentang Proses Pembentukan Community Museum

Sesi webinar dibuka dengan presentasi dari Antariksa, selaku praktisi dari KUNCI Study Forum & Collective. Beliau dengan lugas menceritakan pengalaman dan beberapa proyek yang ia kerjakan selama berkecimpung di komunitas KUNCI. Namun, hal yang menarik ialah bagaimana proyek-proyek yang Ia lakukan berpusat pada pemberdayaan komunitas, baik dari segi fisik dengan melakukan pemetaan maupun bagaimana beliau melakukan pemetaan tersebut. Konsep pemetaan yang dilakukan bersifat kolektif dan partisipatif, yang berarti proses dan hasilnya terpusat dari, oleh, dan untuk masyarakat di pemukiman tersebut.  Hasil dari proyek beliau dapat dilihat tersurat dengan menghasilkan kumpulan berkas dan dapat dilihat secara tersirat menyebabkan suatu komunitas diberdayakan.

Tak dapat dipungkiri ketika kita membahas mengenai pemetaan yang kolektif dan partisipatif perlunya kita untuk mengenali konsep pemukiman manusia. Konsep pemukiman sendiri dapat dilihat melalui interaksi khas dalam segi kultural, bagaimana kondisi lingkungan yang berbeda menciptakan interaksi, adaptasi, dan  ruang yang berbeda “budaya.” Konsep waktu juga perlu untuk ditambahkan untuk memahami pemukiman manusia karena secara kontekstual bisa jadi telah terjadi banyak proses yang bersifat ‘destruktif’. Banyak sekali contoh manifestasi yang telah hancur dan menyebabkan disrupsi dalam lingkungannya. Seperti contohnya: pembangunan, intervensi, kolonisasi, bencana alam, konflik, dan yang lainnya.  Sehingga, kita perlu untuk mengetahui interaksi dan adaptasi manusia terhadap lingkungannya.

Cuplikan Paparan Janet Pillai tentang Cultural Mapping

Janet Pillai, narasumber kedua dalam webinar kali ini, membuka sesi presentasinya dengan menjelaskan mengenai proses pemetaan secara kultural dan bagaimana prosesnya dalam proses pemetaan yang kolaboratif dan partisipatif. Hal ini sangat paralel dengan penuturan Antariksa sebelumnya yang lebih mengarah terhadap implementasi konsep pemetaan tersebut. Namun, dalam sesi kali ini lebih menjelaskan lebih detail mengenai komponen-komponen pemetaan dan langkah-langkah dalam proses pemetaan tersebut. Hal pertama yang dapat dimulai dalam pemetaan ialah mengenali dan memutuskan apa yang akan dipetakan. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengetahui tujuan akhir dari pemetaan tersebut, apakah pemetaan tersebut akan diimplementasikan menjadi sebuah eksibisi atau pemetaan tersebut merupakan basis proyek penataan dalam suatu lingkup. Selanjutnya, perlu kita untuk menyiapkan dan mengolah data-data apa saja yang ingin dikumpulkan. Perlunya sebelum mengolah data untuk tahu menentukan skala dan lingkup data pemetaan yang ingin diambil. Hal terpenting ialah untuk selalu melibatkan komunitas dalam proses tersebut. Karena terkadang apa yang dianggap penting di dalam masyarakat tidak diacuhkan oleh peneliti, sehingga perlu adanya komunikasi dua arah antara kedua belah pihak.

Pemetaan kultural sangatlah penting sebagai basis dalam penanganan penataan dan perencanaan wilayah perkampungan. Perlunya juga untuk melibatkan komunitas ketika dalam pemetaan secara kultural karena tidak dapat dipungkiri meskipun hasil pemetaan diaplikasikan dalam desain, yang merasakan dampaknya ialah masyarakat.

Sesi lengkap diskusi dapat disimak melalui :
[link masih diproses]

Penulis : Nathania Adella Panjaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *