2 thoughts on “Tiga Tahun Administrasi Gubernur Fauzi Bowo: Bagaimana Pendapat Anda tentang Prestasinya?

  1. BenQ says:

    Sayang Bang Foke tidak memiliki gebrakan sama sekali. Kemacetan semakin parah, banjir dimana-mana, ketertiban warga semakin mengendur. Dimana governance policy nya ?
    Apa saja yang diurus selama ini ? kok tidak ada blue-print / road map development untuk Jakarta ?? kalau begini Gubernurnya, mau jadi seperti apa Jakarta ??

    Bang Foke , sebaiknya Anda ambil inisiatif, pake tangan besi mengelola Jakarta .

  2. Joe Fernandez says:

    Bang Foke, tidak akan pernah berhasil menata Jakarta apalagi dengan urusan banjir dan kemacetan. Bang Foke harus bekerja bersama Pemerintah RI yang menjadikan Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Mengurai kemacetan Jakarta menjadi tugas kedepan yang mendesak. Saya jadi teringat pada Projek National Urban Development Studies (NUDS) di pertengahan 80an yang telah memprediksi Jakarta akan macet total dalam 30 tahun, jika tidak ada penataan komprehensif di bidang angkutan umum massal. Pernah ada perdebatan sengit antara para pakar ketika itu tentang pilihan terbaik untuk mengurangi kemacetan di kota besar. Pilihan pertama mengandalkan angkutan jalan raya, sedang pilihan ke dua angkutan jalan baja (alias KRL atau monorel). Sayangnya pilihan transportasi umum yang mengandalkan angkutan jalan raya memenangkan kompetisi ini karena didukung pabrik kendaraan atau ATPM. Lihatlah bagaimana angkot jadi andalan angkutan umum yang pada akhirnya juga menyumbang kemacetan. Jakarta dengan bis umum pada awalnya bisa diandalkan tetapi karena pelayanan yang buruk dari para operator bis menjadikan alat transportasi ini ditinggalkan dan orang lebih suka membeli mobil atau motor pribadi. Administrasi Bang Foke mungkin tak tak tampak karena dirundung “duka” kemacetan dan banjir Jakarta. Ada dua usul buat Bang Foke kedepan. 1 memperbaiki sistem bis transJakarta sambil membangun sistem transportasi baja (KRL dan Monorel), karena 25 tahun lagi sistem rel baja harus jadi andalan. 2. membenahi sistem drainase Jakarta dengan membangun gorong-gorong (Drainage) menyatu sistim jaringan kabel (harness)terintegrasi di dalamnya sehingga tidak ada pola lama “gali dan uruk” setiap kali ada perbaikan kabel bawah tanah oleh PLN, PDAM, atau TELKOM. Bang Foke tinggal Fokus pada satu atau dua saja program esensial. SELAMAT BEKERJA BANG FOKE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *