Lama dan Baru

Pengetahuan tentang kota dan perkotaan dalam konteks urbanisasi yang terjadi demikian cepat selalu bersifat dinamis, berbasis pada keseharian dan didominasi oleh informalitas (termasuk dalam pelayanan maupun sistem pemerintahan). Pengetahuan perkotaan juga merupakan proses antisipasi warga dan proses warga memahami berbagai fenomena dan masalahn perkotaan.

Dalam edisi minggu ini, Rujak melihat perihal yang belum terselesaikan di kota. Misalnya bagaimana kota kita menanggapi kegiatan ekonomi jual-beli barang bekas. Ada mata rantai dan kerumitan hubungan – yang sayangnya pada saat termanifestasi ke dalam bentuk ruang, kerap kali disederhakan dan dilihat sebelah mata oleh pemerintah dan warga. Kegagalan memahami kegiatan tersebut bisa saja membawa kota kita dalam penggusuran yang berulang-ulang tanpa pernah ada solusi. Kita tidak bisa memungkiri bahwa kegiatan jual beli barang bekas itu sudah jadi bagian dari kota.

Dari barang bekas, mari kita melancong ke Gamcheon, Busan. Presiden Jokowi saat kunjungannya ke Busan terpesona oleh Gamcheon, permukiman ala kampung kota yang berlokasi di perbukitan Busan. Senasib dengan jual beli barang bekas, Gamcheon pada mulanya pun disalahpahami dan dianggap paling kumuh di Busan. Sampai akhirnya ada yang melihat potensi dan nilai luhur yang masih terjadi di Gamcheon yaitu kehidupan berkomunitas yang makin langka terjadi di kota moderen Asia. Pengalaman, termasuk kesuksesan dan kegagalan serta proses pembelajaran di Gamcheon menjadi pengetahuan kota yang bisa sama-sama kita pelajari.

Dan terakhir, bagaimana kita bereaksi terhadap munculnya kapitalisme platform yang memakai kota sebagai ruang produksinya. Escooter yang akhir-akhir ini mewabahi kota-kota dunia – akhirnya telah sampai pada batas anarkismenya. Bertubi-tubi kecelakaan hingga ada yang meninggal dunia, kota-kota pun terkaget dan gagap dalam menanggapi keberadaan escooter ini. Pertanyaan lain yang perlu dijawab masing-masing kota nantinya, apakah escooter ini relevan sebagai pemenuhan last mile-first mile dalam bermobilitas, sebagai alat rekreasi ataupun modal kerja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *