Posts Tagged ‘arts & culture’


26 Apr 2012

Patungan, Yuk!

Yuk, Berpatungan

Punya impian kreatif namun tidak ada dana dalam mewujudkannya? Ingin berwira-sosial namun tidak kendala dana? Lagi dan kerap kali dana menjadi masalah untuk menggapai mimpi.

Tapi jangan lupa, sikap gotong royong sudah mendarah daging dalam masyarakat. Banyak sekali orang yang mungkin memiliki minat sama dengan anda, dan mau membantu dalam bentuk dana untuk mewujudkannya.

Patungan.net adalah bentuk media yang memungkinkan bertemunya pemilik ide dengan penyandang dana. Seperti dikutip dari situsnya, Patungan.net bertujuan untuk mendorong perkembangan kinerja kewirausahaan Indonesia. Pengaju proyek dilatih untuk, selain memikirkan teknis proyek ajuan, mereka dituntut untuk dapat mempresentasikan (menjual) gagasan, mempromosikan, yang dilakukan secara pararel dengan melakukan tahapan kerja, dan ‘memelihara’ dukungan.

Proyek seperti apa yang diharapkan ada di Patungan.net? Proyek yang diajukan, memenuhi kriteria dasar, yaitu;
• Berpikiran terbuka
• Berguna bagi publik
• Bertema: lingkungan (hidup dan sosial), sejarah, dan seni
• Berkelanjutan

Lalu apa peran masyarakat untuk mendukung proyek? Mudah, dapat berpartisipasi dengan cara mendonasi. Ada banyak proyek baik (dan akan bertambah terus) dan proyek-proyek tersebut membutuhkan dana publik. Entah itu proyek teater, film, workshop dan kesenian. Silakan cek daftar proyek ini dan dukunglah yang sesuai dengan hati. Tidak perlu khawatir dengan jumlah uang yang bisa anda patungkan.

Patungan, Yuk!

Cara Mengajukan Proyek Patungan.Net

1 Comment »

Topics: , , | Agent of Change: none |


17 Oct 2011

Literature l Architecture

Kamis/Thursday, 20 October 2011

Multifunctional Room

Istituto Italiano di Cultura

JL. Hos Cokroaminoto, 117
Menteng, 10310 Jakarta – Indonesia

10.00—17.00

ARCHITECTURE/LITERATURE

Workshop on relationship between architecture and literature

held by Avianti Armand and Elisa Sutanudjaja

Architecture and Literature has for so long inspired one another. And Italian culture has two masterpieces that inspired the world most: Divine Comedy by Dante Alighieri and Invisible Cities by Italo Calvino. Divine Comedy is rendered by bizarre image of the world construction, while Calvino’s work, Invisible Cities, crafted and detailed with beautiful and amazing architectures, had changed our way of thinking about a city forever. In this workshop, we will see in details how the two fields– architecture/literature–collide, intersect, effect, and superimpose one another.

Ruang multifungsi

Istituto Italiano di Cultura

10.00—17.00

ARCHITECTURE/LITERATURE

Lokakarya mengenai hubungan antara arsitektur dan kesusastraan

oleh Avianti Armand e Elisa Sutanudjaja

Arsitektur dan kesusastraan sudah sejak lama saling memberikan inspirasi. Kebudayaan Italia memiliki dua karya sastra yang telah memberikan inspirasi di seluruh dunia: La Divina Commedia karya Dante Alighieri yang ditandai dengan imaji-imaji aneh dalam konstruksi dunia, dan Le Città Invisibili karya Italo Calvino, memiliki ciri khas, yaitu arsitekturnya yang indah dan mengagumkan, yang mana telah mengubah untuk selamanya, bagaimana kita membayangkan sebuah kota.  Dalam lokakarya ini, akan dilihat lebih detil lagi, bagaimana kedua bidang tersebut saling berkaitan, bersilangan dan bertindihan satu sama lain.

Pendaftaran workshop dan Informasi:

Istituto Italiano di Cultura Jakarta 
JL. Hos Cokroaminoto, 117
Menteng, 10310 Jakarta – Indonesia
telephone: 62 21 3927531 – 62 21 3927532
fax: 62 21 3101661
email: iicjakarta@esteri.it

3 Comments »

Topics: , , | Agent of Change: none |


04 Apr 2011

Animation of Public Space through the Arts: Innovation and Sustainability

SYMPOSIUM

28-30 September 2011

Centre for Social Studies (CES), University of Coimbra

Coimbra, Portugal

CALL FOR CONTRIBUTIONS

The Centre for Social Studies (CES), University of Coimbra, Portugal, together with the Utrecht School for the Arts, Utrecht, Netherlands; the Small Cities Community-University Research Alliance at Thompson Rivers University, Kamloops, British Columbia, Canada; and the European Network of Cultural Administration Training Centres (ENCACT) thematic area on ‘Urban management and cultural policy of the city’ will organize a second annual symposium on Animation of Public Space through the Arts: Innovation and Sustainability.

The leading question of the 2011 symposium is how innovative artistic animation of public spaces can contribute to building more sustainable cities. Community sustainability is viewed as encompassing and intertwining environmental, cultural, social, and economic sustainability and resiliency. The forum will explore and advance arts-based approaches to sustainable city building, public engagement, and animation of public space by bringing together interdisciplinary researchers, students, and practitioners to share experiences and insights.

Among the discussion themes are:

·     Animation of public space through artistic practices

·     Sustainable use of public space

·     Urban-nature interactions

·     Community change, public engagement, and social sustainability

·     Community transitions and sustainabilities

·     Heritage and memory in the context of cultural sustainability

·     Creativity and innovation for sustainability

·     Sustainability and creative education

In the framework of the symposium there will be a special presentation and event with artists involved in Coimbra’s 1976 “Week of art in the streets” and special art commissions organized by Círculo de Artes Plásticas de Coimbra (CAPC), a Centre for Contemporary Art.

The symposium topics will be also explored in two artistic workshops (Friday, 30th of September 2011):

1.       Theatre workshop ‘Animation of Public Space through Innovative Artistic Practices’: Sustainable Lifestyles Project

2.       Eco-cultural Mapping workshop ‘Artistic Approaches to Reengagement with Natural Public Spaces

Other partners for the Symposium include:

University of Coimbra ‘Cities and Urban Cultures’ MA and PhD programmes

University of Coimbra Department of Architecture – Architecture; Design and Multimedia programmes

Círculo de Artes Plásticas de Coimbra (CAPC) – Centre for Contemporary Art, Coimbra, Portugal

O Teatrão, Coimbra, Portugal

Pier K, Hoofddorp, The Netherlands

STUT Theatre, Utrecht, The Netherlands


If you are interested in presenting at the symposium or within one of the workshops, please send us a proposal on your research, artistic project, or other initiative. Please include the following information:

·     Full contact information

·     Title for presentation or contribution

·     Intended delivery context, i.e., at the Symposium, within one of the Workshops, or Other

·     Format, if not a presentation

·     Key themes addressed

·     Abstract about your presentation / project (200 words)

Deadline for submissions: 15 May 2011

Proposals will be reviewed by the Organizing Committee for the Symposium.

For additional information, please contact the coordinator of the event, Dr. Nancy Duxbury, Centre for Social Studies (CES), email: duxbury@ces.uc.pt

Comments Off

Topics: , , | Agent of Change: none |


29 Mar 2011

Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas StrenKali Surabaya

Rujak Center for Urban Studies, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan, Arkom Jogja dan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya menyelenggarakan Pameran dan Diskusi Sayembara Terbatas Stren Kali Surabaya.

Pameran: 4-15 April 2011 di Gedung B, Universitas Pelita Harapan

Diskusi Peran Arsitek dalam Komunitas

8 April 2011, 13.00 WIB, MYC MultiPurposeRoom

Lantai 1 Gedung D, Universitas Pelita Harapan

(more…)

Comments Off

Topics: , , , , | Agent of Change: Urban Poor Consortium |


19 Jul 2010

Lebih Baik Bikin Kolam Terbuka di Lapangan Monas

Pemda akan bikin reservoir bawah-tanah di Lapangan Monas (Kompas hari ini). Apakah tidak lebih baik bikin kolam besar sekalian yang terbuka sehingga menjadi feature yang berfungsi menampung air sekaligus bisa dinikmatii?Lapangan Monas sekarang dari segi landscape sangat datar dan karenanya sangat bising. Galian tanah untuk bikin kolam besar bisa untuk membentuk bukit dan lembah yang akan menjadi ruang-ruang mikro yang terlindung dari bising jalan sekitarnya.

Berikut ini visi yang pernah diajukan pada “Imagining Jakarta, 2004″ hasil kolaborasi antara seniman dan arsitek.

Lapangan MONAS dan Kota Bukittinggi

Medium: kayu, kaca

Marco Kusumawijaya, Hedi Harijanto

Lapangan Merdeka (dan sesungguhnya: seluruh Jakarta) perlu belajar dari Kota Bukittinggi tentang: ukurannya sendiri, keragaman dalam kepadatan melalui mixed-use, ekologi, topografi yang berbukit-bukit dan skala yang manusiawi.

Hampir seluruh inti-kota Bukittinggi muat di dalam Lapangan MONAS. Dengan topografi Bukittinggi, Lapangan MONAS (dan Jakarta) akan memiliki permukaan hijau yang lebih luas. Bukit akan juga menciptakan oase yang hening di lembah dan lereng dalamnya, melindunginya dari bising jalan di sekitar. Waduk raksasa berbentuk Ngarai Sianok akan menyimpan air. Topografi akan memberikan rentang probabilitas pengalaman yang tak terbatas. Dengan peningkatan kapasitas ekologis ini, maka ke dalam Lapangan MONAS dapat dimasukkan stasiun kereta api khusus dalam-kota yang sangat dibutuhkan oleh seluruh Jakarta, dan sebaliknya akan membuat Lapangan MONAS dapat dijangkau secara murah dan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat.

Imagining Jakarta is a collaboration in 2004 by architects, urban designers/planners, poets, graphic designers, photographers, sculptors, and multi-media artists, to “imagine” visions for some urban spaces and issues in Jakarta. It was conducted through a series of  workshop in 2004, and the results were exhibited at Gallery Cemara in December 2004. The participants are: Marco Kusumawijaya, Adi “Mamo” Purnomo, Dewi Susanti, Bonifacius Djoko Santoso , Yuka, Irwan Ahmett, Paul Kadarisman, Erik Prasetya, Enrico Halim, Akhmad “Apep” Tardiyana, Gregorius Supie Yolodi, Hedi Hariyanto, Budi Pradono ,Yuka Dian Narendra and David  Setiadi.

DSC05079

Bagaimana kalau Lapangan Monas berkontur Bukittinggi? Dengan ngarai untuk menampung air, dan bukit serta lembah-lembah sebagai ruang mikro yang lebih dapat dinikmati daripada keadaan sekarang.

MarcoWork3IJ

Ruang pameran: sepadat dan sehiruk pikuk metropolis Jakarta. Bundaran HI (kini HIK) yang permukarannya diturunkan, dengan stasiun MRT di bawahnya, suatu visi yang kini mau tidak mau akan/harus terwujud segera.

For more pictures, see: http://www.flickr.com/photos/rujak/sets/72157620952348995/ (more…)

2 Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


15 Jul 2010

Arsitektur dan Produksi Ruang Kota

No Comments »

Topics: , , , , | Agent of Change: none |


30 Jun 2010

Solo International Contemporary Ethnic Music

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


29 Jun 2010

Staging Sustainability: Arts, Community, Culture, Environment




How can we produce art that reflects, celebrates, critiques and advances the cultural life of our community without contributing to the destruction of the setting that inspires these artistic endeavours?


The Faculty of Fine Arts at York University (Toronto – Canada) invites proposals for papers for
Staging Sustainability: Arts, Community, Culture, Environment, a conference taking place April 20-22, 2011.

The conference will provide an opportunity for artists and those who support the arts in a myriad of ways – from scholars, critics, producers and designers to policy-makers, industry and government – to engage in interdisciplinary dialogue about issues associated with the creation of environmentally sustainable arts practice and performance.

The conference committee welcomes proposals for papers that consider the relationship between the cultural and ecological aspects of sustainability in the arts, and may encompass aspects of subjectivity with respect to community and identity.

Please forward a 250-word abstract of your proposal, including your name, affiliation, mailing and email address to:
Ina Agastra, Executive Assistant to the Dean
Faculty of Fine Arts, York University
ffadeanasst@yorku.ca

Submission deadline: September 1, 2010

Conference website: www.stagingsustainability.ca

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


09 Jun 2010

Ziarah Arsitektur, Seminar, Lomba Foto

Ikatan Arsitek Indonesia – Jakarta menyelenggarakan  ”3 in One Konservasi:  Ziarah Arsitektur, Seminar, Lomba Foto”.

Pembekalan materi & tinjauan foto Cina Benteng
oleh Jay Subiakto & Yori Antar
Jumat, 11 Juni 2010
18.00-21.00 WIB
di JDC, Orchid 1, lantai 6, Slipi, Jakarta.

3 in One
Sabtu, 12 Juni 2010
07.00-18.00 WIB

objek :
Bentara Budaya – Romo Mangun
Istana Negara RI
Gereja Cilincing – Romo Mangun

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi IAI Jakarta

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |


11 May 2010

Design for Sustainability

By: Sacha Kagan.

Please find below an information about UNEP’s latest publication on design for sustainability. Sorry for the loss of images in the text copied below, and thanks to Davide Brocchi for pointing at this interesting news! (more…)

No Comments »

Topics: , | Agent of Change: none |